mairoditraining.com

Training Behavior Based Safety Bersama Mairodi Training

Training Behavior Based Safety

Training Behavior Based Safety – Keselamatan kerja bukan sekadar prosedur, rambu, atau dokumen formal.

Di balik setiap kecelakaan kerja, hampir selalu ada faktor manusia yang berperan.

Secara umum, kecelakaan dipicu oleh empat penyebab utama: tindakan tidak aman (unsafe acts), kondisi tidak aman (unsafe conditions), faktor personal (human factor), dan faktor lingkungan kerja (job environment factor).

Menariknya, unsafe acts dan unsafe conditions sering kali berakar pada perilaku berisiko (at-risk behavior).

Di sinilah Training Behavior Based Safety menjadi sangat relevan.

Program ini dirancang untuk membantu organisasi mengidentifikasi, memahami, dan mengubah perilaku kerja berisiko menjadi perilaku selamat (safe behavior).

Pendekatan Behavior Based Safety (BBS) bersifat proaktif, bukan untuk menggantikan sistem keselamatan yang sudah ada, melainkan memperkuat dan menyempurnakannya.

Mairodi Training menghadirkan pelatihan BBS yang aplikatif, praktis, dan berorientasi pada perubahan nyata di tempat kerja.

Mengapa Training Behavior Based Safety Penting?

Banyak perusahaan telah memiliki sistem K3 yang baik: SOP lengkap, APD tersedia, audit rutin dilakukan.

Namun, kecelakaan tetap terjadi. Mengapa?

Jawabannya sering kali sederhana: perilaku manusia tidak selalu sejalan dengan aturan.

Behavior Based Safety berfokus pada bagaimana orang benar-benar bekerja di lapangan.

Program ini membantu peserta memahami:

  • Mengapa seseorang memilih perilaku berisiko
  • Faktor apa yang memicu perilaku tersebut
  • Bagaimana cara mengintervensi tanpa menciptakan resistensi
  • Bagaimana membangun budaya kerja selamat yang berkelanjutan

BBS bukan tentang menyalahkan individu, ini tentang memahami pola perilaku dan menciptakan lingkungan yang mendorong tindakan selamat.

Tujuan Training Behavior Based Safety

Pelatihan ini dirancang agar peserta mampu melihat keselamatan kerja dari perspektif perilaku manusia.

Setelah mengikuti training, peserta diharapkan dapat:

  • Memahami alasan dan penyebab seseorang berperilaku berisiko, melakukan Analisa ABC (Antecedents, Behavior, Consequences), serta melakukan observasi perilaku menggunakan BBS Observation Card dengan pendekatan komunikasi dua arah.

Pendekatan ini penting karena perubahan perilaku tidak dapat di paksakan.

Dibutuhkan dialog, kesadaran, dan keterlibatan aktif seluruh elemen organisasi, mulai dari pekerja hingga manajemen.

Materi Pelatihan yang Komprehensif & Praktis

Training Behavior Based Safety dari Mairodi Training di susun secara sistematis agar mudah di pahami dan langsung dapat di terapkan di tempat kerja.

Pelatihan di mulai dengan pengenalan prinsip dasar Loss Control Management, memberikan fondasi pemahaman mengenai bagaimana kecelakaan dan kerugian dapat di kendalikan.

Peserta kemudian di ajak mengenali berbagai jenis bahaya potensial di tempat kerja serta strategi pengendaliannya.

Bagian inti pelatihan berfokus pada konsep Safe Behavior vs At-Risk Behavior, termasuk:

  • Definisi dan jenis perilaku kerja
  • Hambatan orang bekerja dengan selamat
  • Analisa ABC (Antecedents, Behavior, Consequences)
  • Identifikasi perilaku kritis dan berisiko

Peserta juga mempelajari inventarisasi perilaku berisiko dalam berbagai konteks kerja, seperti posisi tubuh, penggunaan peralatan, kepatuhan prosedur, penggunaan APD, hingga perilaku keselamatan saat mengemudi atau bekerja di kantor.

Agar pembelajaran tidak berhenti di teori, training di lengkapi dengan studi kasus nyata dan praktek observasi BBS.

Peserta akan berlatih melakukan pengamatan perilaku dan memberikan umpan balik secara konstruktif menggunakan kartu observasi BBS.

Sebagai bagian dari evaluasi efektivitas pelatihan, dilakukan pre-test dan post-test.

Manfaat Nyata bagi Perusahaan

Training Behavior Based Safety memberikan dampak strategis, bukan sekadar pengetahuan tambahan.

Perusahaan yang menerapkan BBS dengan benar umumnya merasakan perubahan signifikan, seperti:

  • Penurunan angka kecelakaan & near-miss
  • Peningkatan kesadaran keselamatan
  • Komunikasi K3 yang lebih efektif
  • Keterlibatan pekerja yang lebih tinggi
  • Budaya kerja selamat yang lebih kuat

Lebih dari itu, BBS membantu organisasi bergerak dari pendekatan reaktif menuju pendekatan proaktif dalam pengelolaan keselamatan kerja.

Siapa yang Perlu Mengikuti Training Ini?

Pelatihan ini di rancang untuk berbagai level organisasi.

Mulai dari pengambil keputusan hingga pelaksana di lapangan.

Manager, superintendent, supervisor, foreman, dan pekerja dari seluruh departemen akan memperoleh manfaat besar dari pendekatan ini.

Behavior Based Safety efektif ketika di terapkan secara kolektif, bukan individual.

Detail Pelaksanaan Training

Training Behavior Based Safety di selenggarakan dengan format yang intensif namun interaktif:

Durasi: 3 hari
Lokasi: Bandung, Jakarta, Yogyakarta
Instruktur: Tim Trainer berpengalaman

Metode pelatihan menggabungkan diskusi, studi kasus, simulasi, dan praktek langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep tetapi juga percaya diri menerapkannya.

Investasi yang Seimbang dengan Dampak

Keselamatan kerja adalah investasi, bukan biaya.

Program BBS yang efektif berkontribusi langsung pada pengurangan kerugian akibat kecelakaan, peningkatan produktivitas, dan stabilitas operasional.

Pilihan investasi pelatihan:

  • Rp 6.750.000/person (full fare)
  • Rp 6.500.000/person (early bird)
  • Rp 6.250.000/person (3+ peserta dari perusahaan yang sama)

Fasilitas Peserta

Peserta akan mendapatkan fasilitas lengkap untuk mendukung pengalaman belajar yang nyaman dan optimal, termasuk modul training, sertifikat, perlengkapan training, training kit eksklusif, dokumentasi foto, ruang training ber-AC dengan multimedia, makan siang, coffee break, serta instruktur berkualifikasi.

Behavior Based Safety & Integrasi Sistem Keselamatan

Behavior Based Safety bekerja paling efektif ketika berjalan selaras dengan sistem keselamatan lainnya.

Banyak perusahaan mengkombinasikan BBS dengan berbagai program K3 lain seperti audit keselamatan, risk assessment, dan sistem manajemen keselamatan.

Jika organisasi Anda juga ingin memperkuat fondasi keselamatan operasional, program seperti Training Basic Surface Safety System dapat menjadi pelengkap strategis dalam kerangka besar pengelolaan risiko.

Saatnya Mengubah Pendekatan Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja yang berkelanjutan tidak cukup di bangun dengan aturan, namun harus tumbuh menjadi kebiasaan, lalu berkembang menjadi budaya.

Training Behavior Based Safety membantu organisasi melakukan transformasi tersebut, dari sekadar “patuh aturan” menjadi “berperilaku selamat”.

Jika perusahaan Anda ingin menurunkan risiko kecelakaan, meningkatkan safety awareness, dan membangun budaya kerja selamat yang nyata, program ini adalah langkah yang tepat.

Hubungi Mairodi Training untuk jadwal terdekat dan informasi pendaftaran, budaya keselamatan di mulai dari perubahan perilaku.